Bendungan Internet

29 January 2017 in Text on Pict

​Dewasa ini , muatan di internet seperti berita bohong, video dan audio suntingan, dan juga gambar rekaan , yang diunggah di medsos dan laman daring , dengan tanpa upaya klarifikasi kebenarannya, langsung dianggap sebagai informasi dan rujukan , yang kemudian menjadi bahan perdebatan. Dapat dimaklumi ini terjadi karena sebagian dari mereka dan termasuk saya, umumnya tidak mengenal  internet sejak dari pendidikan dasar. 
Terlepas dari kualitas sumber daya manusia, kurangnya akses informasi biasanya disebabkan oleh kondisi geografis , faktor ekonomi , dan atau ketatnya regulasi dari otoritas yang membatasi informasi. Internet hadir sebagai solusi permasalahan ini.
Menurut Pe Lee, seorang siswa dari aliran Mo Zi,  derasnya arus informasi melalui internet di wilayah yang sebelumnya termasuk area yang kurang akses informasi, malah menyebabkan terjadinya apa yang biasa disebut “culture shock” , yang sebagian berdampak negatif. 
Tiongkok , selain memiliki Tembok Besar di wilayah utara, sampai saat ini masih terus berupaya memperkuat dinding tembok api di internet. Ini  guna membendung deras arus informasi yang terbawa melalui internet. Masih menurut Pe Lee dari Mo Zi, dinding api internet bukan berarti menghentikan total semua arus, tapi ini sama halnya bendungan air di sungai besar dan waduk, yang tentu sangat memiliki fungsi penting.

29 January 2017 Text on Pict

No comments yet.

Leave a comment